Discover Omah Library by Jak Lingko

Logo Omah Library

Hari ini saya berencana mengunjungi Omah Library yakni sebuah perpustakaan pribadi milik arsitek Realrich Sjarief yang berfokus pada literatur arsitektur. Omah Library berlokasi di Jalan Taman Amarilis 2 F2/15, Taman Villa Meruya, Meruya Utara, Jakarta Barat. Perpustakaan ini berada di dalam perumahan, sehingga pemilik membatasi kunjungan para pengunjung yakni hanya untuk teman-temannya, teman baru, dan orang-orang baru yang tertarik untuk belajar arsitektur. Setiap orang yang berencana berkunjung, diharapkan untuk menghubungi pihak Omah Library via WhatsApp atau telepon sehari sebelum kunjungan. Omah Library hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Wabi – Sabi by Leonard Koren

Sehari sebelumnya saya sudah mengontak Omah Library via Whatsapp dalam rangka mengambil buku yang akan dibahas di acara diskusi Kri(s)tik Book Club tanggal 21 September 2019 nanti. Buku yang saya pinjam berjudul Wabi-Sabi for Artists, Designers, Poets, & Philosophers. Hal – hal menarik mengenai buku ini akan saya bahas pada tulisan saya selanjutnya.

Kartu Jak Lingko

Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Omah Library, sehingga saya mencari moda transportasi umum yang murah dan nyaman untuk sampai ke tempat sejauh itu. Saya pun berangkat dari Duri Pulo Jakarta Pusat menuju Omah Library dengan menggunakan angkot Jak Lingko. Apa itu angkot Jak Lingko? Baiklah, pertama-tama mari saya jelaskan tentang Jak Lingko. Jak Lingko adalah tranformasi dari OK – Otrip yang terintegrasi dengan Transjakarta, MRT, LRT, dan lain – lain. Salah satu moda transportasi umum yang berhasil dirangkul oleh Jak Lingko adalah angkot. Angkot yang biasa kita kenal kumuh, ngetem lama, dan ugal – ugalan kini tampak berbeda ketika terintegrasi dengan Jak Lingko. Angkot yang bekerja sama dengan Jak Lingko diseleksi sedemikian rupa, sehingga di dalam angkot pun diberlakukan peraturan yang sama seperti Transjakarta misalnya tidak boleh merokok dan ada bangku prioritas.

Mesin Tap Kartu Jak Lingko dan bangku prioritas

Saya naik angkot JAK30 jurusan Grogol – Meruya di bus stop seberang Pemadam Kebakaran Tanjung Duren. Sehari sebelumnya saya sudah membeli kartu Jak Lingko di halte busway Grogol 2 seharga 30 ribu rupiah yang sudah terisi saldo 10 ribu rupiah. FYI, kartu Jak Lingko bisa dibeli dan di-top-up di halte Transjakarta mana pun. Kartu ini bisa dipakai tap untuk naik busway, MRT, & LRT sehingga satu kartu saja bisa digunakan untuk beberapa moda transportasi umum yang bekerja sama dengan Jak Lingko. Setelah naik, sopir akan meminta kartu Jak Lingko kita untuk di tap ke mesin tap. Tarif angkot Jak Lingko yakni seharga 5 ribu rupiah per 3 jam.

Interior Angkot Jaklingko

Selama perjalanan hanya ada 5 orang penumpang dan angkot sama sekali tidak ngetem ataupun ugal – ugalan, sehingga sangat nyaman untuk perjalanan jauh. Di tengah perjalanan saya sempat berbincang dengan sopir angkot Jak Lingko yang saya tumpangi. Setiap sopir diwajibkan untuk mencatat tiap kilometer yang mereka dapat selama mengemudikan angkotnya. Data kilometer diambil dari layar spedometer angkot tersebut kemudian dicatat ke dalam buku catatan sebagai bukti perjalanan hari itu. Setiap hari para sopir harus memenuhi target kilometer yang ditentukan dalam kebijakan baru angkot yang terintegrasi Jak Lingko. Jadi, walaupun hanya ada satu penumpang, angkot pun tetap melaju untuk memenuhi target kilometer tersebut tanpa harus ngetem atau menunggu angkot dipenuhi penumpang dulu.

Apakah sopir tidak rugi jika hanya mengantar satu orang penumpang? Tentu saja tidak, karena sopir yang mengemudikan angkot Jak Lingko telah digaji per bulan sehingga mereka tidak lagi terbebani dengan kejar setoran dan ugal – ugalan untuk mencari penumpang. Namun sopir angkot Jak Lingko yang saya tumpangi sempat mengeluh karena tadi ketika di wilayah Grogol beliau salah jalan dan ini bisa mengakibatkan peringatan karena mempengaruhi kilometer yang beliau dapat. Beliau juga mengatakan bahwa terdapat banyak pasal – pasal dalam kebijakan angkot Jak Lingko yang jika dilanggar bisa mengurangi gaji. Beliau juga menambahkan bahwa gaji yang mereka dapat hanya sekitar 130 ribu rupiah per hari, dan jika tidak masuk kerja ya tidak digaji. Namun kepastian pendapatan dan sistem shift yang diterapkan Jak Lingko sangat disenangi para sopir karena lebih efektif dalam pembagian jam kerja dan istirahat. Sedangkan biaya BBM dan service angkot ditanggung pihak sana, jadi sopir tidak perlu pusing – pusing lagi membagi uang setoran dengan biaya – biaya itu.

Untuk angkot Jak Lingko jurusan Grogol – Meruya ini sanggup melakukan 3 kali perjalanan dengan total 6 sampai 6,5 kali pulang pergi setiap shiftnya. Empat puluh menit kemudian angkot yang saya tumpangi tiba di bus stop dekat Omah Library yakni di depan Kelurahan Meruya Selatan. Kemudian, saya melanjutkan perjalanan dengan memesan Go-Ride nya Gojek menuju Omah Library. Begitulah perjalanan saya ke barat hari ini mencari kitab suci. Semoga bermanfaat.

(08092019)

Design a site like this with WordPress.com
Get started