
Napoleon Museum terletak di Istana Pangeran Monaco. Pendirian museum ini dilatarbelakangi oleh HSH Prince Louis II yang mengagumi sejarah Kerajaan Perancis dan perjalanan karir Napoleon Bonaparte. Selama pemerintahannya, Ia mengumpulkan koleksi benda-benda peninggalan bersejarah, memelihara dan membagi informasi tentang koleksi-koleksi tersebut, hingga akhirnya mendirikan Napoleon Museum. Sebagian besar koleksi dikumpulkan oleh Prince Louis II tetapi koleksi-koleksi tersebut juga diperbanyak oleh cucunya sekaligus penggantinya yakni Prince Rainier III yang memindahkan museum ke sayap selatan Istana Pangeran pada tahun 1970. Ada lebih dari seribu potongan dokumen yang berkaitan dengan Kekaisaran Pertama yakni kehidupan, peperangan, dan pengasingan. Koleksi-koleksi tersebut terdiri dari berbagai benda yang dimiliki Kaisar Napoleon I yakni pakaian dari anaknya Napoleon II yang merupakan Raja Romawi dan gambar keramat pengasingannya di St Helena.
Kemudian timbullah benda-benda yang menjadi ciri khas Napoleon atau bisa disebut dengan istilah Napoleonic yaitu topi kulit berwarna merah dari Kaisar Morengo, jam tangan yang dia gunakan selama kampanye Rusia, tanda tangannya di bagian bawah surat, dan lain sebagainya. Selain itu ada juga Napoleonic War yang berkaitan dengan benda-benda yang digunakan Napoleon saat berperang yakni bola meriam pada saat perang Austerlitz, berbagai senjata termasuk pedang dari Marshal Pierre Augereau dan bendera battalion dari pulau Elba.
Selain koleksi Napoleonic, di museum ini juga terdapat benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan Negara Monaco. Di loteng tengah yang sangat indah terpajang Piagam Deklarasi Kemerdekaan Monaco yang diberikan atas persetujuan Raja Perancis Louis XII, surat yang ditulis oleh Raja Perancis terpopuler yakni Louis XIV kepada HSH Prince Antoine I Monaco, mata uang logam bersejarah, berbagai perangko, dan berbagai seragam tentaranya Pangeran Monaco dari abad ke abad.
Pada Museum RA Kartini terdapat peninggalan kursi Kartini yang tidak terdisplay dengan baik, kemudian saya terinspirasi membuat stand-stand untuk yang berisi kursi-kursi yang didesain interior tiap standnya sesuai jaman kursi itu dipakai oleh Kartini. Sebagai acuannya adalah corner ruang tamu yang terdiri dari kursi tamu Napoleon Bonaparte pada Napoleon Museum Monaco di bawah ini. Pada corner ini kursi didisplay sebagai cerminan ambient ketika kursi itu dipakai Napoleon pada masa pemerintahannya. Sehingga pengunjung bisa merasakan dan membayangkan suasana ruang tamu Napoleon yang sebenarnya.

Untuk display pakaian peninggalan Kartini saya terinspirasi untuk mendisplaynya dengan dibingkai dengan kaca dan digantung sehingga dalam posisi berdiri agar pengunjung lebih leluasa melihat dan mengamati benda tersebut. Karena di Museum RA Kartini, pakaian Kartini didisplay dalam posisi tidur sehingga membuat pengunjung kesulitan melihat secara keseluruhan sisi pakaian tersebut. Selain itu, saya juga terinspirasi tata kondisional dari French War Museum. Pada museum tersebut terlihat jendela kacanya lebar-lebar sehingga cahaya matahari yang masuk lebih banyak. Dan ini bagus untuk pencahayaan di siang hari sehingga menghemat listrik. Keberadaan jendela kaca yang lebar-lebar tersebut juga membuat udara mudah masuk dan mendukung penghawaan alami yang baik.

Benda-benda koleksi peninggalan Kartini lainnya seperti tempat makan, dan gerabah-gerabah didisplay seadanya di etalase kayu yang diletakkan di pinggir dinding. Pengunjung tidak dapat melihat dan mengamati koleksi-koleksi tersebut dengan maksimal. Sehingga saya terinspirasi untuk mendisplay benda-benda tersebut seperti pada Napoleon Museum di bawah ini. Benda-benda koleksi dimasukkan dalam frame kaca dan diletakkan di tengah ruangan sehingga bias dilihat dari berbagai sisi. Selain itu, jika ruangan sempit bisa juga membuat rak pada dinding untuk agar tidak mengganggu sirkulasi pengunjung.

Patung RA Kartini ditempatkan di luar gedung sehingga sering terkena panas dan hujan membuatnya mulai rusak. Oleh sebab itu, saya terinspirasi menempatkan patung RA Kartini di dalam ruangan saja dengan display seperti pada gambar di bawah ini. Sehingga patung bisa dinikmati pengunjung namun aman dari cuaca maupun sentuhan pengunjung.

Sumber :http://madmonaco.blogspot.co.id/








